Tampilkan postingan dengan label Sumbangan Pemikiran Tokoh Sosiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sumbangan Pemikiran Tokoh Sosiologi. Tampilkan semua postingan

Sumbangan Pemikiran Ibnu Khaldun


http://ebooksociologyliterature.blogspot.com/p/the-muqaddimah-ibnu-khaldun.html
Ibnu Khaldun, nama lengkap: Abu Zayd 'Abd al-Rahman ibn Muhammad ibn Khaldun al-Hadrami ( عبد الرحمن بن محمد بن خلدون الحضرمي ) lahir 27 Mei 1332/732H, wafat 19 Maret 1406 / 808H) adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah The Muqaddimah (Pendahuluan) klik cover e book untuk melihat daftar isi.
Bapak Ekonomi diantara sekian banyak pemikir masa lampau yang mengkaji ekonomi Islam, Ibnu Khaldun merupakan salah satu ilmuwan yang paling menonjol. Ibnu Khaldun sering disebut sebagai raksasa intelektual paling terkemuka di dunia. Ia bukan saja Bapak sosiologi tetapi juga Bapak ilmu Ekonomi, karena banyak teori ekonominya yang jauh mendahului Adam Smith dan Ricardo. Artinya, ia lebih dari tiga abad mendahului para pemikir Barat modern tersebut. 

Sumbangan Pemikiran Jurgen Habermas



 JÜRGEN Habermas mempelajari filsafat di Universitas Gottingen dan Bonn dan mulai bergabung ke dalam Institute Fur Sozialforschung pada tahun 1956, yaitu lima tahun setelah Institut itu didirikan kembali di bawah kepemimpinan Adorno. Waktu itu ia berusia 27 tahun dan mengawali karier akademisnya sebagai asisten Theodor Adorno (seorang filsuf Jerman terkemuka di Institute for social Research) antara tahun 1958-1959. Gelar Ph.D, didapatkannya setelah berhasil menyelesaikan dan mempertahankan disertasinya yang berjudul Das Absolut und die Geschichte (Yang Absolut dan Sejarah) yang kemudian diterbitkan menjadi buku pada tahun 1954 dan berisi tentang pertentangan antara yang Mutlak dan Sejarah dalam pemikiran Schelling.

Sumbangan Pemikiran Herbert Marcuse

Kritik Marcuse atas masyarakat kapitalis (khususnya sintesisnya terhadap Marx dan Freud pada 1955, Eros and Civilization, dan bukunya pada 1964 One-Dimensional Man beresonansi dengan kepentingan gerakan mahasiswa pada 1960-an. Karena kesediaannya untuk berbicara pada protes mahasiswa, Marcuse segera dikenal sebagai "Bapak dari Kiri Baru di Amerika Serikat", sebuah istilah yang sangat tidak ia sukai dan ingkari. Karya-karyanya sangat memengaruhi diskursus intelektual pada budaya popular dan kajian akademik budaya popular. 




Sumbangan Pemikiran Ferdinand Tonnies



Ferdinand Tonnies memiliki teori yang penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Setelah sebelumnya Weber menegaskan bahwa ia melihat bahwa perubahan masyarakat terlihat pada kecenderungan menuju rasionalisasi kehidupan sosial dan organisasi sosial di segala bidang,

Sumbangan Pemikiran Georg Simmel



Simmel melihat bahwa salah satu tugas utama sosiologi  adalah memehami interaksi antara  individu. Akan tetapi, sejumlah besar interaksi dalam kehidupan sosial mustahil akan dapat dikaji tanpa peralatan konseptual  tertentu. Simmel merasa bahwa ia dapat memisahkan sejumlah terbatas bentuk-bentuk interaksi yang dapat ditemukan dalam sejumlah besar  situasi sosial. Jadi dengan berbekal peralatan konseptual, dia dapat menganalisis dan memahami situasi interaksi yang berbeda.Karyanya berpengaruh besar terhadap interaksionisme simbolik yang memusatkan perhatian pada interaksi. Karya Simmel tentang “Philosophy of Money ” merupakan pusat perhatiannya pada kemunculan uang dalam masyarakat modern yang terpisah dari individu dan mendominasi individu. 

Sumbangan Pemikiran Max Weber



Maximilian Weber (lahir di Erfurt,Jerman, 21 April 1864 – meninggal di München, Jerman, 14 Juni 1920 pada umur 56 tahun) adalah seorang ahli ekonomi politik dan sosiolog dari Jerman yang dianggap sebagai salah satu pendiri ilmu sosiologi dan administrasi negara modern. Karya utamanya berhubungan dengan rasionalisasi dalam sosiologi agama dan pemerintahan, meski ia sering pula menulis di bidang ekonomi. Karyanya yang paling populer adalah esai yang berjudul : "The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism", Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme yang mengawali penelitiannya tentang sosiologi agama. Weber berpendapat bahwa agama adalah salah satu alasan utama bagi perkembangan yang berbeda antara budaya Barat dan Timur.

Sumbangan Pemikiran Herbert Spencer


Pokok ajaran herbert spencer dalam sosiologi adalah analogi organik, yang memahami masyarakat seperti badan manusia, sebagai suatu organisasi yang terdiri atas organ-organ yang tergantung satu sama lain. contohnya manusia dan komunitas.
Teori spencer mengenai evolusi masyarakat merupakan bagian dari teorinya yang lebih umum mengenai evolusi seluruh jagat raya. Dalam bukunya :"social statics" masyarakat disamakan dengan suatu organisme. Maksud spencer mengatakan bahwa masyarakat adalah organisme itu, dalam arti positivistis dan deterministis. Semua gejala sosial diterangkan berdasarkan suatu penentuan oleh hukum alam. Hukum yang memerintah atas proses pertumbuhan fisik manusia, memerintah juga atas proses evolusi social.

Sumbangan Pemikiran Karl Marx



Karl Marx merupakan salah satu tokoh sosiolog yang berpengaruh. Pemikiran filosofisnya digunakan sebagai ideologi di beberapa negara Eropa, Asia, Afrika, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Hasil pemikiran Karl Marx tidak terlepas dari situasi yang terjadi pada abad ke-18 dan 19 yaitu perkembangan industri sebagai dampak dari Revolusi Industri yang diawali di Inggris. Marx melihat ada kejanggalan dalam masyarakat yang dijumpainya karena munculnya ketidakadilan dan manusia terasing dari dirinya sendiri. Keterasingan ini sebagai dampak dari hak milik pribadi atas alat-alat produksi. Hak milik atas alat-alat produksi ini menjadikan perbedaan kelas antara kelas atas dan bawah. 

Sumbangan Pemikiran Emile Durkheim

Perhatian Durkheim yang utama adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi. Untuk mempelajari kehidupan sosial di kalangan masyarakat modern, Durkheim berusaha menciptakan salah satu pendekatan ilmiah pertama terhadap fenomena sosial. Bersama Herbert Spencer, Durkheim adalah salah satu orang pertama yang menjelaskan keberadaan dan sifat berbagai bagian dari masyarakat dengan mengacu kepada fungsi yang mereka lakukan dalam mempertahankan kesehatan dan keseimbangan masyarakat – suatu posisi yang kelak dikenal sebagai fungsionalisme.


Sumbangan Pemikiran August Comte


Comte menganalogikan masyarakat layaknya organ tubuh manusia. Tidak heran, karena filsafatnya masih terpengaruh oleh aliran biologis/naturalisme. Dia terkenal dengan hukum tiga tahap perkembangan masyarakat: teologis, metafisik, positif. Hukum ini ia sebutkan dalam karyanya Course of Positive Philosophy” yang ia buat sebanyak 6 jilid dari tahun 1830 sampai dengan 1842. Konsepsi dalam buku ini didasari akan kekhawatiran akan kacaunya masyarakat sehingga mereka membutuhkan suatu metode untuk mencapai keteraturan sosial. Comte menemukan itu ada dalam gejala-gejala ilmu pengetahuan dan kaitan antara semua ilmu tersebut. Buku ini menjadi dasar bagi aliran positivisme. 




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...