Ferdinand
Tonnies memiliki teori yang penting yang akhirnya berhasil membedakan konsep
tradisional dan modern dalam suatu organisasi sosial, yaitu Gemeinschaft (yang
diartikan sebagai kelompok atau asosiasi) dan Gesellschaft (yang diartikan
sebagai masyarakat atau masyarakat modern-istilah Piotr Sztompka). Setelah
sebelumnya Weber menegaskan bahwa ia melihat bahwa perubahan masyarakat
terlihat pada kecenderungan menuju rasionalisasi kehidupan sosial dan
organisasi sosial di segala bidang,
(pertimbangan instrumental, penekanan
efisiensi, menjauhkan diri dari emosi dan tradisi, impersonalitas, manajemen
birokrasi dan sebaliknya). Senada dengan hal itu, Durkheim menegaskan bahwa
perkembangan pembagian kerja pun akan didikuti integrasi masyarakat melalui
“solidaritas organik” yang menimbulkan ikatan yang saling menguntungkan dan
kontribusi anggota masyarakat akan saling melengkapi.
Tonnies
memasukkan Gemeinschaft dan Gesellschaft
di bukunya (1887) satu diantara beberapa nomor yang dipaparkan, sebagai
salah satu teori yang bersifat modern. Menurutnya Gemeinschaft adalah sebagai
situasi yang berorientasi nilai nilai, aspiratif, memiliki peran, dan terkadang
sebagai kebiasaan asal yang mendominasi kekuatan sosial. Jadi baginya secara
tidak langsung Gemeinschaft timbul dari dalam individu dan adanya keinginan
untu memiliki hubungan atau relasi yang didasarkan atas kesamaan dalam keinginan
dan tindakan. Individu dalam hal ini diartikan sebagai pelekat/perekat dan
pendukung dari kekuatan sosial yang terhubung dengan teman dan kerabatnya
(keluarganya), yang dengannya mereka membangun hubungan emosional dan interaksi
satu individu dengan individu yang lain. Status dianggap berdasarkan atas
kelahiran, dan batasan mobilisasi juga kesatuan individu yang diketahui
terhadap tempatnya di masyarakat.
Sedangkan
Gesellschaft, sebagai sesuatu yang kontras, menandakan terhadap perubahan yang
berkembang, berperilaku rasional dalam suatu individu dalam kesehariannya,
hubungan individu yang bersifat superficial (lemah, rendah, dangkal), tidak
menyangkut orang tertentu, dan seringkali antar individu tak mengenal, seperti
tergambar dalam berkurangnya peran dan bagian dalam tataran nilai, latar
belakang, norma, dan sikap, bahkan peran pekerja tidak terakomodasi dengan baik
seiring dengan bertambahnya arus urbanisasi dan migrasi juga mobilisasi.
Tonnies
memaparkan Gemeinschaft adalah wessenwill yaitu bentuk-bentuk kehendak, baik
dalam arti positif maupun negatif, yang berakar pada manusia dan diperkuat oleh
agama dan kepercayaan, yang berlaku didalam bagian tubuh dan perilaku atau
kekuatan naluriah. Jadi, wessenwill itu sudah merupakan kodrat manusia yang
timbul dari keseluruhan kehidupan alami. Sedangkan Gesselschaft adalah Kurwille
yaitu merupakan bentuk-bentuk kehendak yang mendasarkan pada akal manusia yang
ditujukan pada tujuan-tujuan tertentu dan sifatnya rasional dengan menggunakan
alat-alat dari unsur-unsur kehidupan lainnya. Atau dapat pula berupa
pertimbangan dan pertolongan. Tonnies membedakan Gemeinschaft menjadi 3 jenis,
yaitu :
Gemeinschaft by blood, yaitu Gemeinschaft
yang mendasarkan diri pada ikatan darah atau keturunan. Didalam pertumbuhannya masyarakat
yang semacam ini makin lama makin menipis, contoh : Kekerabatan,
masyarakat-masyarakat daerah yang terdapat di DI. Yogyakarta, Solo, dan
sebagainya.
Gemeinschaft of placo (locality), yaitu
Gemeinschaft yang mendasarkan diri pada tempat tinggal yang saling berdekatan
sehingga dimungkinkan untuk dapatnya saling menolong, contoh : RT dan RW.
Gemeinschaft of mind, yaitu Gemeinschaft
yang mendasarkan diri pada ideology atau pikiran yang sama. Dimana, dari ketiga
bentuk ini dapat ditemui pada masyarakat, baik di kota maupun di desa.
Ferdinand Tonnies dan Evolusi tanpa Kemajuan
Apabila
Durkheim menjelaskan tipologi perubahan masyarakat dengan membuat perbandingan
“solidaritas mekanik” dan “solidaritas organik”, Spencer membuat tipe
“masyarakat militer” vs “masyarakat industri”, Weber yang membagi “masyarakat
agraris tradisional” dengan “masyarakat kapitalis”. Maka dibawah ini adalah
tabel dikotomi serupa yang disajikan oleh Tonnies dalam Gemeinschaft und
Gesellschaft (yang dipublikasikan pertamakali pada tahun 1887). Gemeinschaft
(komunitas) ditandai oleh ikatan sosial bersifat pribadi, akrab, dan tatap muka
(primer). Ciri-ciri ikatan sosial ini seperti yang dikemukakan sebelumnya ialah
berubah menjadi impersonal, termediasi, dan sekunder dalam masyarakat modern
(Gesellschaft). Keunikan pendekatan Tonnies terlihat dari sikap kritisnya
terhadap masyarakat modern (Gesellschaft), terutama nostalgianya mengenai
kehidupan tipe komunitas/kelompok/asosiasi (Gemeinschaft) yang lenyap. Tonnies
adalah contoh langka penganut evolusionisme yang tak menganggap evolusi identik
dengan kemajuan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar